In true love, the smallest distance is too great, and the greatest distance can be bridged. – Hans Nouwens

 

LDR (long distance relationship) bukanlah kondisi ideal dalam membangun sebuah hubungan. Kalau bisa, saya usul jangan LDR. Lebih indah jika bisa menjalin hubungan tanpa dibatasi oleh jarak. Proses pengenalan serta penyelesaian konflik juga lebih mudah untuk dilakukan. LDR itu berat, kamu gak akan kuat. Biar saya saja. He he he

 

Ekspektasi memang tidak selalu sejalan dengan realitas

Kita inginnya, menjalin hubungan tanpa harus dipisahkan oleh jarak. Namun, kenyataannya tidak semua hubungan akan berjalan mulus seperti itu. Ada waktunya bagi sebagian pasangan, situasi dan kondisi memaksakan mereka untuk menjalani LDR.

Ada banyak alasan, misalnya pekerjaan, sekolah, pindah rumah ke luar kota, dan sebagainya. Semua kondisi ini tentu saja tidak diharapkan, tapi bisa saja terjadi pada pasangan tertentu. Akhirnya, mau gak mau ya mereka harus LDR.

Beberapa orang pernah bercerita dan mengakui bahwa LDR itu sangat berat dan  jujur nggak akan sanggup kalau harus LDR. Akibatnya, tidak jarang pasangan yang kandas hubungannya, karena dipisahkan oleh jarak.

Namun, betulkah pasangan LDR tidak bisa bertahan? Tentu tidak. Memang ada yang seperti itu, tetapi tidak serta merta disimpulkan bahwa jarak adalah penyebab. Banyak juga orang yang berdekatan pun tetap saja putus. Artinya, jarak seharusnya bukan jadi masalah dalam sebuah hubungan. Sebaliknya, melalui jarak itulah, cinta semakin diuji.

Sebagi salah satu dari sekian juta pejuang LDR, tentu saja “tidak mudah” adalah frasa yang menggambarkan perasaan saya.  Namun, meski tidak mudah, LDR telah berhasil mengajarkan saya  5 pelajaran penting ini.

 

1. Semakin tahu nikmatnya rindu

“Kita butuh jarak, agar tahu nikmatnya  saling merindu.

Sebenarnya, kalimat ini bisa jadi hanya sekadar penghibur untuk para pejuang LDR, agar tidak terlalu sedih-sedih banget merenungi nasibnya. Tapi, kalau dipahami lagi, harus diakui bahwa dalam menjalani LDR, rindu menjadi sesuatu yang paling dinikmati.  Kerinduan setelah tidak lama berjumpa membuat pasangan LDR menghargai artinya pertemuan.

Biasanya, saat pasangan LDR bertemu, di sanalah moment yang paling membahagiakan, di mana rindu akhirnya terbalaskan. Oleh karena itu, bagi pasangan LDR, tidak bisa tidak, waktu bertemu dengan pasangan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu.

 

2. Belajar untuk setia

Godaan berselingkuh bagi pasangan LDR sangat besar sekali.  Bagaimana tidak? LDR itu kayak In-relationship tapi serasa jomblo. Statusnya memang udah punya pacar, tapi kemana-mana sendirian. Makanya, tidak jarang sekali banyak yang menjadikan selingkuh sebagai opsi untuk menghibur diri saat LDR.

Pastinya, ini bukanlah sesuatu yang baik dan tidak disarankan, karena kunci dalam menjalani LDR  sebenarnya adalah kesetiaan. Di dalam jarak, cinta dan kesetiaan semakin diuji. Oleh karena itu, bagi pejuang LDR, setialah. Jangan coba-coba selingkuh!

Buat apa selingkuh, kalau setia jauh lebih bermartabat. Click To Tweet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here