3. Semakin dewasa

Dalam masa-masa LDR,  tidak bisa tidak, pasti ada konflik. Jarak sering kali menjadi alasan penyebab masalah terjadi.  Mulai dari komunikasi yang tidak baik, perhatian yang kurang atau kesibukan pekerjaan masing-masing. Ini bisa jadi masalah besar bagi mereka yang menjalani LDR. Karena itu, apabila setiap pasangan tidak dewasa dalam mengatasi konflik seperti ini, putus bisa jadi kata yang akan menanti.

Inilah yang membedakannya dengan mereka yang tidak LDR. Saat ada masalah, mereka bisa langsung ketemuan dan menyelesaikan masalah.  Namun, pasangan LDR tidak begitu. Penyelesaian masalah dilakukan melalui telpon atau chat. Berbahaya jika tidak segera diselesaikan. Oleh sebab itu, dalam praktikknya, pasangan LDR sebenarnya dituntut untuk lebih dewasa dalam menanggapi masalah. Tidak terlalu membesar-besarkan dan tidak pula terlalu menganggap enteng. Masing-masing pasangan juga dituntut agar tidak egois, dan mau untuk saling mengalah. Tujuannya, agar masalah tidak semakin bertumpuk-tumpuk.

 

4. Melatih kejujuran

Jujur. Harus jujur pada pasangan, sekalipun LDR. Jangan pernah berbohong hal sekecil apapun, meskipun pasangan jauh dan sepertinya tidak tahu. Lebih baik jujur saja. Hal-hal kecil yang tampaknya sepele, jangan pernah tidak diberitahukan. Jalan sama siapa, ketemu sama siapa, tidak salah jika harus memberitahukannya. Kejujuran akan menambah rasa kepercayaan dan menghilangkan rasa kecurigaan. Oleh karena itu, bagi pejuangan LDR, jangan biasakan untuk berbohong. Jujurlah! Tidak ada istilah kebohongan kecil di dalam relasi.

Lebih baik berkonflik karena kejujuran, daripada menjadi munafik karena kebohongan. Click To Tweet

 

5. Komitmen yang terus diuji

Harus diakui, kebosanan sering sekali melanda pasangan LDR. Apalagi, saat melihat orang lain dengan mudahnya bertemu dengan kekasihnya, sedangkan pasangan LDR hanya bertanya, “kapan ya bisa bertemu?” Hal inilah yang seringkali menimbulkan kebosanan dan kejenuhan dalam masa-masa LDR. Keadaan seperti ini dapat membuat cinta menjadi luntur, dan akhirnya bisa bubar. Dalam kondisi ini, pasangan LDR terus diuji soal komitmennya.

Saat kamu berani untuk menjalani LDR, maka yang mengikat bukan lagi sekadar ikatan emosi, tetapi komitmen.  

Delapan huruf. K-O-M-I-T-M-E-N. Karena itu, perkuatlah komitmen dengan pasangan dan pastinya ini tidak hanya anda berdua. Dalam membangun komitmen, ada tiga pribadi yang harus terlibat. Kamu, pasanganmu, dan Tuhanmu.

Tanpa melibatkan Tuhan, mustahil pasangan LDR bisa bertahan.

 

Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here