2. Karena sang suami telah memilih untuk meninggalkan pernikahannya

Dengan lebih memilih untuk terus berhubungan dengan wanita idaman lainnya, saya yakin sudah tidak ada lagi keseriusan darinya untuk mengubah keadaan dan memperbaiki pernikahannya.

Berselingkuh bukanlah sebuah pelarian dari masalah. Berselingkuh adalah akar dari masalah.

Sekali coba, terjebak selamanya.

Mungkin hanya Tuhan yang dapat mengubah hati dan pikirannya. Karena apa pun yang dilakukan dan dikatakan sang istri sudah tak lagi dapat mengubahnya.

Baca Juga: Diselingkuhi dan Disakiti Berkali-kali, Perempuan Ini Melakukan Segalanya untuk Mempertahankan Pernikahan. Tak Disangka, Ternyata Ini Alasannya

 

3. Karena sang istri telah memilih untuk mengakhiri penderitaannya

Ketika menikah dan mengucap janji through good time and through worst time, tentu seorang wanita tidak menginginkan worst time itu adalah dikhianati dan dicampakkan oleh suaminya sendiri. Walau mungkin perceraian bukanlah jalan keluar terbijak, tetapi untuk kasus ini adalah yang terbaik. Mungkin lebih baik jika keduanya berteman saja tanpa hubungan apa pun, dengan demikian sahabat saya tidak lagi merasa tersakiti oleh pengkhianatan dan perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Teman saya memilih jalan yang terbaik dari berbagai pilihan buruk di hadapannya.

 

Mungkin orang yang mengenal saya akan bertanya-tanya bagaimana bisa saya menjadi seorang yang mendukung perceraian. Apakah kini saya menjadi pro dengan kawin cerai? Tidak. Saya tidak mengatakan bahwa perceraian itu baik adanya.

Bagaimana mungkin dikatakan baik, jika Tuhan saja membenci perceraian?

Karena dalam kepercayaan saya, apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Prinsip saya masih tetap sama, tidak goyah sedikit pun.

Namun di sisi lain, saya memiliki hati dan memahami tekanan beban berat yang terus ia hadapi, jika memutuskan untuk bertahan dalam pernikahannya. Saya yakin, sahabat saya dengan keputusannya yang telah bulat itu telah memikirkan matang-matang berbagai konsekuensinya. Saya yakin, jalan yang ia pilih adalah yang terbaik bagi semuanya. Biarlah ia menjalaninya dan mempertanggungjawabkannya sendiri kelak. Saya hanya bisa mendoakan kebahagiannya dan juga kedua anaknya.

 

P.S.:

Jika kelak Tuhan mengubah hati suamimu dan engkau mengubah keputusanmu, yakinlah bahwa Dia memiliki rencana indah dalam pernikahan kalian berdua … Jangan lupa, tak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dengan cara yang ajaib, Dia bisa memulihkan pernikahan kalian. Namun, bila memang perceraian ini harus terjadi, maka aku mendoakan kebahagiaanmu dan kedua anakmu lebih dari apa pun. Karena hidup akan semakin berat, masalah tidak akan bertambah ringan. Namun kamu bisa mengangkat wajah dan bahumu sambil berkata, “But now I’m stronger than yesterday.”

 

1 COMMENT


  1. Warning: Attempt to read property "ID" on bool in /home/ributruk/public_html/wp-content/plugins/podamibe-custom-user-gravatar/pod-custom-user-gravatar.php on line 179
    Alex

    Shalom. Saya mau tanya; Dalam sidang perceraian, si istri gugat cerai suami, karena si istri sudah punya pria lain, namun si istri gugat cerai suami dg berbagai macam tuduhan, tidak bisa menafkafi, dll. Nah, dalam sidang percerain, kan ada bagian ‘Mediasi’, waktu dalam mediasi ini, apa yg harus di lakukan si suami, agar si istri membatalkan gugatan cerainya? Mohon bantuannya. TERIMA KASIH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here