Di sinilah saatnya Anda berpikir bijak dan realistis serta mengambil keputusan bagi diri Anda sendiri. Jika Anda yakin perbedaan ini tak akan menjadi masalah di kemudian hari, silakan Anda meneruskan hubungan ini dengan segala konsekuensi. Namun, jika perbedaan ini akan menjadi masalah – yang kebanyakan demikianlah yang terjadi, jangan memaksakan hubungan atas nama cinta.

Percayalah, cinta Anda dan pasangan belum tentu sanggup menghadapi berbagai ujian di masa depan. Ujian ini tidak hanya datang dari orang tua atau keluarga, tetapi justru dari pasangan Anda dan diri Anda sendiri.

Jika yang menjadi masalah bukanlah perbedaan, silakan lanjutkan membaca ke poin kedua.

Baca Juga: Yeobo dan Yabojo: Karena Mempertahankan Cinta Jauh Lebih Sulit daripada Mendapatkannya

 

2. Terkadang Feeling Orang Tua Ada Benarnya

Bila orang tua Anda tidak memberi alasan pasti mengapa mereka tidak menyetujui hubungan Anda, bisa jadi mereka memiliki perasaan yang tidak enak, baik pada pasangan Anda atau hal-hal lainnya. Tidak perlu kesal dan memaksakan pemikiran Anda saat ini, karena hanya waktu yang dapat menjawab mengapa orang tua Anda bisa merasa tidak sreg.

Untuk saat ini, coba Anda kesampingkan terlebih dahulu perasaan Anda dan buatlah daftar mengapa Anda memilih Si Dia untuk menjadi pasangan Anda. Tuliskanlah poin-poin, apa saja kebaikannya dan apa saja keburukannya. Mana yang lebih banyak, baik atau buruknya?

Dapatkah Anda terus-menerus menoleransi keburukannya? Apakah kebaikannya cukup untuk dapat memperoleh kartu hijau dari kedua orang tua Anda?

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Persamaan atau Perbedaan, 5 Hal Ini yang Sesungguhnya Dibutuhkan untuk Mempertahankan Sebuah Pernikahan

Anda boleh menunjukkan poin-poin ini pada kedua orangtua Anda dan bicarakan dengan mereka baik-baik mengenai apa yang Anda pikirkan. Dengarkan juga bagaimana pendapat mereka dan jadikan pendapat mereka sebagai pertimbangan untuk melanjutkan hubungan dengan Si Dia atau tidak.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here