Jika saja saya boleh memilih, semewah-mewahnya kamar VIP ini, saya rasa masih lebih nyaman kamar saya sendiri.

Ranjang rumah sakit anak saya lucu sebenarnya. Ada gambar Mickey Mouse pada dipannya. Anak saya gembira ketika pertama kali melihat ranjangnya yang super lucu ini. Ia mengagumi gambar-gambar lucu di seprainya dan sibuk menunjuk-nunjuk gambar Kero Kero Keroppi, si katak hijau lucu yang memenuhi tempat tidurnya. Ia bagaikan memiliki sebuah ranjang impian.

Tapi, tidak demikian yang saya rasakan. Anak saya tidak terbiasa tidur sendiri di boks bayi, ia tidur bersama dengan saya di ranjang besar. Boks bayi hanya berfungsi sebagai tempat mainnya.

Ketika melihat ranjang rumah sakit yang serupa dengan boks bayinya – dengan ukuran dua kali lebih besar, ia menganggap ranjang itu tempat mainnya. Lantas, tidurnya dimana? Ya tentu, bersama saya. Kami berdua harus berdesak-desakkan tidur berdua di ranjang yang sempit itu.

Barulah saya menyadari, walau kamar saya di rumah kecil dan tidak ada embel-embel VIP-nya, ternyata terasa lebih nyaman dibanding kamar VIP di rumah sakit ini. Mungkin terlalu terlambat bagi saya untuk menyadarinya. Tapi paling tidak saya bisa memiliki waktu untuk menuliskan artikel ini.

[Lumayan, untuk menghibur diri]

 

Sesulit apa pun masalah yang sedang kita hadapi, pasti ada hal-hal kecil yang bisa menghibur kita, bahkan mungkin akan kita kenang hingga waktu yang amat sangat lama.

Kelak suatu hari kita bisa menceritakan kembali pengalaman ini dan bersyukur karena telah berhasil melewati masa-masa yang sulit. Saya meyakini itu.

Semoga anak saya cepat pulih dan bisa bermain dengan ceria kembali.

[Dan saya bisa menikmati kamar saya lagi]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here