Nah, bukan hanya singel dan pasangan duet baru Anang yang berkesan bagi saya, album mini Anang bersama Aurel, putrinya, yang bertajuk Tanpa Bintang juga meninggalkan rasa yang membekas di ingatan saya. Lagu yang juga menjadi judul album ini, “Tanpa Bintang”, terasa spesial karena sangat simpel dan easy listening, serta divisualisasikan dengan mengharukan.

Syair karya Anang ini mengaungkan pesan optimis: kesepian tidak akan membunuh jika kita mau belajar berkawan dengannya. Senang banget melihat ikatan kuat antara bapak dan anak dalam mengalami masa susah. Lagu ini juga menjadi sebuah bukti bahwa kebersamaan antara anak dan ayah adalah sebuah berkat. Rasa saling memiliki itu menjaga mereka tetap kuat, meskipun tiada lagi bintang (baca: sang diva) dalam hidup mereka.

“Aku dan kamu selalu bersama,
habiskan malam walau tanpa bintang…

Sekali lagi, saya mengamini isi artikel Pak Octav: jatuh cinta itu mudah, namun membangun cinta membutuhkan effort dan kemauan bertahan yang luar biasa. Tetaplah belajar stay in love dengan pasangan. Kenakanlah kasih dan kesetiaan sebagai pengikat pernikahan kita. Meskipun kita bukan pujangga yang pandai merangkai kata, bukan juga penyanyi duet ternama yang piawai melantunkan nada, kita tetap bisa merajut cinta dan menuliskan rapsodi indah rumah tangga.

Simak juga rapsodi pernikahan karya RibutRukun:

Pernikahan Bukan Hanya Tentang Hari H, Inilah 4 Mindset Penting dalam Menyiapkan Pernikahan

7 Hal Sederhana yang Menjadikan Pernikahan Luar Biasa. Anda juga Bisa Melakukannya

Satu Ruang yang Menjaga Keutuhan Pernikahan

Karena Kisah Cinta Sejati adalah tentang Perjuangan, Bukan Sekadar Perjalanan

Bobot, Bibit, Bebet: Pedoman Memilih Pasangan yang Tetap Relevan di Zaman Now. Pahami Maknanya agar Tak Menyesal!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here