Bagaimana saya tidak begitu tersentuh dengan salah satu dari sekian kisah yang begitu memilukan. Ada cinta di tengah ganasnya virus corona, ada kasih yang menguatkan mereka di tengah menyakitkannya serangan corona.

Saya tidak tahu bagaimana mereka berjuang untuk terus melawan serangan virus ini. Mereka tidak hanya berjuang untuk diri mereka sendiri tapi mereka berjuang juga untuk saudara, sahabat dan orang-orang lain yang ada di Wuhan. Mereka saling menguatkan, berharap kelepasan dan kesembuhan, berdoa untuk pemulihan di Wuhan. Ada perjuangan cinta di Wuhan di tengah-tengah serangan mematikan virus Corona.

Bukan Cinta yang Ajaib

Sepenggal kisah tersebut begitu menyadarkan saya. Cinta sejati tidak ajaib seperti magic (sulap) yang tiba-tiba muncul begitu saja. Cinta sejati juga bukan seperti halnya dongeng atau kisah cinta Cinderella. Cinta sejati diusahakan oleh kedua belah pihak, dalam suka dan duka, sakit dan sehat, pahit dan manis tetap berupaya bertahan dan berjuang. Cinta sejati membutuhkan pengorbanan, air mata dan perjuangan. Cinta sejati harus diupayakan oleh kedua belah pihak yang saling mencinta. Cinta sejati tidak menyerah dan putus asa.

Dari Wuhan, saya menemukan bagaimana cinta sejati terus bertahan dalam kesakitan dan keadaan yang sulit. Di tengah-tengah konflik perpisahan yang saya dengar dari teman dan sahabat saya bahkan sempat memilukan dan mematahkan saya tentang sebuah cinta sejati, saya dikuatkan dengan, “Ada Cinta Di Wuhan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here