Ketidakjujuran

Suatu kali ada sepasang suami isteri yang terlihat aneh. Biasanya mereka datang ke gereja bersama-sama. Tapi pagi ini berbeda. Mereka membawa kendaraan masing-masing. Tak hanya itu, sesampai di dalam gereja, biasanya mereka duduk bersama. Tetapi kali ini isterinya duduk agak jauh dari kursi yang ditempati suaminya. Begitu juga sewaktu pulang. Mereka seolah saling menghindari satu dengan yang lain.

Ada apa sebenarnya?

Setelah diusut, saudara sang suami bercerita kalau sejak semalam mereka bertengkar karena sang suami membuat kunci password untuk gawainya dan tidak mau memberitahu kode kunci pada sang isteri. Jika sang isteri meminta untuk memeriksa gawai suaminya, ia tidak pernah diberitahukan kode kuncinya.

Isterinya mulai curiga. Tapi setiap kali sang isteri meminta untuk diberitahu, sang suami selalu berdalih dengan berbagai alasan. Katanya “Hanya coba-coba saja karena semua orang sedang trend mengunci gawai-lah, atau ada rahasia kantorlah di dalamnya, dan berbagai macam alasan lainnya.” Alasan yang sepertinya dibuat-buat inilah yang membuat isterinya kesal dan marah.

Kunci kelanggengan sebuah relasi rumah tangga adalah kejujuran. Kejujuran melahirkan kepercayaan. Dan kepercayaan melahirkan cinta. Jika suami atau isteri menyembunyikan sesuatu, makin lama hal itu akan menjadi masalah yang besar. Sekalipun hal ini nampak kecil. Namun sedikit ketidakjujuran akan melahirkan hilangnya rasa percaya. Hilangnya rasa percaya melahirkan kecurigaan. Kehilangan rasa percaya sama dengan kehilangan cinta.

Setiap pasangan harus belajar untuk berkata jujur. Baik dalam hal besar, maupun hal kecil. Ini akan mempengaruhi kelanggengan sebuah relasi. Sekalipun berkata jujur itu sulit dan kadang menyakitkan. Namun jika anda peduli pada kelanggengan sebuah rumah tangga, mari bangun rumah tangga dengan kejujuran.

Hilangnya Perkataan yang Baik

Cinta terawat melalui komunikasi yang baik. Namun komunikasi yang buruk, akan mempercepat kematian cinta itu sendiri. Di dalam rumah tangga, kata-kata yang baik seperti pujian, dorongan, motivasi, kata-kata pengharapan haruslah didepankan dalam melakukan komunikasi. Hindarilah umpatan, perendahan, kata-kata yang menyakiti hati pasangan, dan kata-kata yang tidak melahirkan harapan. Hal ini sekalipun kecil, tapi mempengaruhi banyak hal. Jangan diabaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here