Jakarta. Malam hari.

Seorang gadis cantik menjemput saya untuk makan malam. “Masalah penting, Pak Xavier,” ujarnya di telepon. 

“Mau konseling?” tanya saya.

“Curhat saja,” ujarnya pelan, “tapi ini menyangkut masa depan saya.”

Mobil putihnya meluncur menembus jalanan Jakarta menuju sebuah kafe. Malam itu suasana kafe sepi. Hanya ada beberapa mobil di halamannya yang cukup luas.

“Saya sengaja memilih kafe ini agar ngobrolnya tidak terganggu,” ujarnya memberi alasan.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here