Kedua, sosok kekanak-kanakkan yang paling menonjol di sini ada dua, yaitu suka pamer dan penakut

Dua sifat yang tampaknya berlainan ini justru menjadi sangat kocak saat berkelindan. Di satu sisi, dia ingin menjadi pahlawan bagi kotanya. Namun di sisi lain, saat terjepit dia merasa takut juga sehingga ingin kabur. Bukankah ada orang dewasa yang seperti itu juga? Kalau bicara mulutnya mengaum bak harimau. Namun saat ketahuan belangnya, sang harimau ini tiba-tiba berubah seperti kucing ketemu anjing: lari ngibrit bahkan sampai keluar negeri dan tidak berani pulang.

Sifat kekanak-kanakkan inilah musuh yang harus kita kalahkan dengan berkata: “Love beating the bad guys!” Di film ini ada 7 dosa maut yang menjadi musuh Shazam yang juga perlu kita kalahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari: kemalasan, suka/gampang marah, rakus, iri/cemburu, nafsu, tamak, dan kesombongan.

Ketiga, seringkali kita pergi jauh untuk mencari keluarga (biologis) kita, padahal, tanpa kita sadari, keluarga adalah orang-orang yang tinggal dekat dengan kita— terutama yang serumah, yang dengan tulus mengasihi dan peduli satu sama lain

Pelajaran inilah yang paling mengharukan di dalam film “Shazam”. Saat keluarganya terancam oleh Doctor Silvana (diperankan dengan sinisme tinggi oleh Mark Strong), Shazam sadar bahwa meskipun diasuh bukan oleh papa dan mama biologisnya serta dikelilingi oleh saudara-saudari dari berbagai etnis, mereka telah menjadi ‘keluarga’ sesungguhnya. Hukum tabur tuai juga terjadi di sini. Jika kita baik terhadap orang, mereka bisa menjadi seperti saudara dan keluarga biologis kita.

Biasanya, Billy Batson tidak pernah mau diajak saling menumpangkan tangan bersama seluruh anggota keluarganya sebelum makan. Setelah mengalahkan Doctor Silvana yang merupakan perwujudan dari 7 dosa (yang mendatangkan) maut, Billy bukan saja mengajak keluarganya saling menumpangkan tangan, namun juga memimpin doa makan. “Bukankah saya sudah berada di rumah sekarang?” ujarnya saat melihat pandangan heran dari keluarganya.

Tak selalu butuh adanya hubungan biologis, sebuah keluarga dalam arti sesungguhnya adalah tempat dimana kita bisa melabuhkan segala perasaan dan isi hati kita tanpa rasa takut atas penolakan.

Baca Juga:

Satu Hal Hakiki yang Muncul di Benak Saya Setelah Menyaksikan Film Shazam [Spoiler Alert]

Sambil Ngakak Nonton Boss Man di My Stupid Boss 2, Inilah 4 Inspirasi Hidup dari Sosok Kocak itu [Minor Spoiler Alert]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here